Dakron

wuih,, pagi – pagi hari ini aku udah pergi. kebetulan pergi ke arah tobucil jadi sekalian mampir ada barang yang mau dibeli.

sampai tobucil aku langsung ke rak yang isinya pernak pernik kecil – kecil. langsung aja aku ambil gantungan kunci yang aku perlu. harganya juga gak terlalu mahal. kebetulan aku juga lagi kehabisan dakron (isi boneka) terus iseng nanya siapa tau ada di tobucil. memang aku belum ketemu juga tempat yang jual dakron dan males banget kalau harus pergi ke pusat kota lagi cuma untuk beli dakron aja dan aku pun gak perlu banyak – banyak.

eh, ternyata ada tinggal 2 bungkus. ya udah berhubung harganya Rp 10.000 dan pas sekali dengan uang yang ada didompet akhirnya aku beli aja dakron disitu. untuk harga Rp 10.000 aku rasa isinya cukup lumayanlah. daripada aku harus pergi lagi ke arah pusat kota  yang memakan ongkos pulang pergi pake angkotnya juga lebih dari Rp 10.000 jadi aku beli aja deh.

Lumayan pulang nyampe rumah bisa lanjut lagi bikin amiguruminya. yang boneka sama yang gantungan kuncinya jadi rada gemuk deh udah ditambah dakron lagi… hehehe

Advertisements

Onoterusaki Shrine Festival

Tokyobling's Blog

Last weekend was torture and heaven at the same time for us festival lovers of Tokyo. First there was the huge annual Sanja festival in Asakusa with hundreds of years of tradition and 2 million visitors. Then there was the huge Ohara Kagoshima festival in Shibuya on Sunday with a rare chance to see a genuine Kagoshima prefecture festival in Tokyo! On top of that we had the once every three year superbly local festival at the Onoterusaki Shrine in Tokyo’s Iriya district, which is actually so close to Asakusa that the omikoshi from the two completely unrelated festivals could share the same border street without any interaction. Naturally I picked the Onoterusaki festival to spend the bulk of my time, because it is the rarest and also because it is so close to the much more famous Asakusa festival there were virtually no tourists at all. I think I…

View original post 66 more words

crafty days

Hari Minggu kemarin tanggal 12 Mei 2013 akhirnya aku pergi ke ‘Gedung Indonesia Menggugat’.

niat awalnya sih cuma nyari benang tobucil yang di diskon sampai 60%, tapi tertarik juga liat barang2nya yang unik-unik.

stand pertama yang menarik perhatian http://www.peekmybook.com. Dia jualan buku, tapi bukunya itu sudah didisain sesuai kebtuhan. Ada buku yang paling aku suka itu buku judulnya My Recipes. Asli lucu banget bukunya. udah diformat kaya buku resep. lucu banget. Adik aku, Rina suka buku yang judul depannya My Travel Diary. Itu juga lucu. dalemnya pake ada peta dunianya segala. dua-duanya full warna lagi bukunya.

 

Abis dari stand itu aku ke standnya Tobucil. Isinya benang warna warni. dari katun, akrilik, benang Jepang sama benang athena. asli itu warna warni banget. tapi sayang benang katunnya sedikit dan warna yang aku cari cuma dapet 1 dari 6 warna yang mau aku beli… hiks…. T.T

Jalan lagi ke sisi lain GIM, aku ketemu tas lucu bentuknya monster bahannya berbulu halus banget mirip beludru gitu. ini websitenya http://www.peppercornsmonsterland.com. aku ngeceng ransel warna abu-abu. muka monsternya lucu-lucu lagi.

jalan lagi meyusuri bazaar, ada stand kesukaan aku “Pyur Handmade”. Ada tas, gantungan hp kayu, gatungan hp ping-pong lukis, tas bolak balik, banyak deh pokoknya. akhirnya di standnya Pyur, aku sama Rina beli gantungan kunci bentuk Onigiri….

jalan lagi ketemu stand dari Jogja jual boneka kaos kaki. asli lucu-lucu. warna warni, macem-macem bentuk dan ukurannya.

pokoknya kemarin ke GIM bahagia banget deh. Tahun depan harus ke acaranya tobucil lagi ni. Atau mungkin tahun depan malah ikut buka stand?? ‘amiiiiiin’

 

A Rainy Kanda Matsuri

Tokyobling's Blog

The semi-annual matsuri, or festival, of the grand Kanda shrine (神田明神) is one of Tokyo’s largest in terms of physical area covered. The whole procession takes over nine hours of walking in from Ochanomizu station in the northwest to far beyond Sutengu in the south east and it goes on for several days. It is similar in style to the Sanno Matsuri but with over 200 omikoshi attracting thousands of participants. I spent my Saturday at the festival, together with the pouring rain from morning all until morning the next day. When I took these photos in front of the Suitengu shrine the procession had already been walking for seven hours and must have thoroughly soaked. Luckily the peak of the festival which took place they day after saw fantastic weather, hot and sunny. I was out of town though so I missed it! Let’s hope that the weather is…

View original post 7 more words

HAPPY~

yeeey…. kemaren iseng masang foto amigurumi yang berbentuk snowman bermata biru dan kuning,,ternyata………………… ada yang request!!!

hwaaa~~~~ senangnya~~~~~~~~~

jadi mulai hari ini mari kita buat mini amigurumi buat jadi gantungan kuncii~~~~ =D

nanti kalo jadi upload2 lagi deh fotonya…. hehehehehehehehehe

manusia

semuanya tentang pengendalian emosi dan mengolah emosi..
apa yg kita mau??
negatif tetap menjadi negatif atau diubah menjadi positif.
jujur memang aku akui bicara lbh mudah daripada melakukan, tapi bukankah kita harus terus mencoba yg terbaik yg kita bisa??
tp kenapa sering tidak bisa??

kenapa menyalahkan org itu lbh mudah daripada kesadaran untuk mengakui kesalahan dan mengoreksi diri kita sendiri??

kenapa akal kita disalah gunakan oleh diri kita sendiri??

kenapa kita cendrung memenangkan emosi??

manusia memang mahluk yg aneh jika dilihat dr sisi tersebut….

manusia
mahluk yg paling sempurna tp tidak sempurna..

galau~~

haduh2…
benar – benar ya yg namanya harga itu betul menentukan kualitas.
card reader murah ya cepet rusak… heul…

terus gimana caranya mau upload foto???
‘beli card reader baru~~’
bokek..
huahuahuahua T.T
dame desu…..